KlaimSense

KlaimSense

BPJS Kesehatan Verification Intelligence • Pengaturan

MODE DEMO — DATA SINTETIS • Sistem memberikan indikasi, bukan keputusan fraud

Pengaturan

Sistem & Keterbatasan Prototype

Informasi konfigurasi sistem, mode data, dan keterbatasan prototype yang harus ditransparansikan kepada pengguna dan juri.

MODE DEMO — DATA SINTETIS

Prototype ini menggunakan data sintetis yang dibangkitkan dengan seed tetap agar dapat direproduksi. Tidak ada data pasien, nomor BPJS, atau rumah sakit nyata yang digunakan.

Mode Data
Repository aktifMOCK (IN-MEMORY)

Aplikasi berjalan penuh tanpa PostgreSQL. Bila variabel DATABASE_URL tidak tersedia, sistem otomatis menggunakan mock repository in-memory. UI tidak berubah antara kedua mode karena keduanya mengimplementasikan antarmuka repository yang sama.

Rumah sakit

30

Klaim sintetis

628

Konfigurasi Rule Engine
Total rule aktif8 rule
Skor maksimum100 poin
Band prioritasLOW 0-29 • MEDIUM 30-59 • HIGH 60-79 • CRITICAL 80-100
Bobot kapasitas+40
Bobot duplikasi+30
Bobot harga di atas acuan+20
Bobot masa penggantian+20
Bobot anomali peer+10
Bobot ketidaksesuaian IoT+30
Sesi fisioterapi / fisioterapis / hari8
Shift cuci darah / hari3
Masa penggantian alat bantu dengar5 tahun
Tarif Acuan Sintetis

Nilai ini BUKAN tarif resmi. Digunakan hanya untuk mendemonstrasikan pemeriksaan kewajaran harga.

Fisioterapi

Rp 150.000

Hemodialisis / Cuci Darah

Rp 450.000

Alat Bantu Dengar

Rp 2.500.000

Obat Penyakit Kronis

Rp 350.000

Keterbatasan yang Harus Ditampilkan
  • Prototype menggunakan data sintetis, bukan data pasien atau rumah sakit nyata.
  • IoT masih berupa simulasi telemetri, bukan koneksi perangkat sungguhan.
  • Edge AI masih berupa simulasi klasifikasi, bukan model terlatih tervalidasi.
  • Multi-Agent AI merupakan simulasi arsitektur (deterministik/mock), bukan LLM produksi.
  • RAG menggunakan knowledge base lokal prototype, bukan korpus peraturan resmi lengkap.
  • Belum terintegrasi dengan sistem internal BPJS Kesehatan.
  • Belum menggunakan data pasien nyata dalam bentuk apa pun.
  • Keputusan akhir tetap berada pada petugas verifikasi manusia.
  • Skor prioritas bersifat indikatif untuk membantu triase, bukan penilaian fraud.
Komponen Simulasi
IoTSimulasi

Telemetri mesin dibangkitkan sintetis, bukan koneksi perangkat nyata.

Edge AISimulasi

Klasifikasi deterministik dari arus/daya, bukan model terlatih tervalidasi.

Multi-Agent AISimulasi arsitektur

EvidenceAgentService dengan implementasi mock, siap diganti API LLM.

RAGKnowledge base lokal

Pencarian kata kunci pada korpus prototype, bukan korpus peraturan resmi lengkap.

Prinsip Human-in-the-Loop
Sistem hanya memberikan indikasi, bukti, dan skor prioritas.
Sistem tidak dapat menolak klaim secara otomatis.
Sistem tidak memutuskan bahwa rumah sakit melakukan fraud.
Keputusan akhir tetap dilakukan oleh petugas BPJS.
Semua tindakan tercatat pada audit log dan dapat diaudit.
Dokumen Referensi

Permenkes No. 16 Tahun 2019

Kementerian Kesehatan RI • 2019

BELUM TERSEDIA

Permenkes No. 3 Tahun 2023

Kementerian Kesehatan RI • 2023

BELUM TERSEDIA

Konfigurasi Kapasitas Prototype

KlaimSense (sintetis) • 2026

TERSEDIA

Tarif Acuan Internal (sintetis)

KlaimSense (sintetis) • 2026

TERSEDIA

Aturan Anti-Duplikasi Prototype

KlaimSense (sintetis) • 2026

TERSEDIA

Metodologi Peer Group Prototype

KlaimSense (sintetis) • 2026

TERSEDIA

Simulasi IoT/Edge AI Prototype

KlaimSense (sintetis) • 2026

TERSEDIA
KlaimSense — BPJS Kesehatan Verification Intelligence