Evidence Package
KlaimSense — BPJS Kesehatan Verification Intelligence
Evidence ID
EVD-CLM-2026-00090
Claim ID
CLM-2026-00090
Kasus Verifikasi
—
Dibuat
20 Okt 2026 • 20.40.21
Sistem menemukan 0 indikasi ketidaksesuaian pada klaim CLM-2026-00090 di RS Karya Utama. Skor prioritas 0/100 (LOW). Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.
Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.
Data klaim sintetis yang sedang ditinjau.
- ID Klaim
- CLM-2026-00090
- ID Pasien
- PT-******3793
- Rumah sakit
- RS Karya Utama (RS-H-007)
- Layanan
- Obat Penyakit Kronis
- Tanggal layanan
- 7 September 2026
- Kuantitas
- 2
- Nilai klaim
- Rp 700.000
- Baris agregat harian
- Tidak
Daftar aturan deterministik yang terpicu beserta bobot skornya.
- Status
- Tidak ada rule terpicu
Kapasitas harian Obat Penyakit Kronis berdasarkan sumber daya terkonfigurasi.
- Tempat tidur
- 493 TT
- Dokter
- 250 orang
- Fisioterapis
- 14 orang
- Mesin cuci darah
- 17 unit
- Shift cuci darah / hari
- 3 shift
- Kapasitas fisioterapi
- 112 sesi/hari
- Kapasitas hemodialisis
- 51 sesi/hari
- Status kapasitas untuk klaim ini
- Dalam kapasitas
Simulasi telemetri mesin. Nilai simulasi prototype, bukan validasi pada data rumah sakit nyata.
- Data sensor
- Tidak tersedia untuk periode ini
Perbandingan hanya dengan rumah sakit kelas dan layanan yang sejenis.
- Peer group
- Kelas A • OBAT_KRONIS
- Volume layanan
- 7
- Kapasitas 30 hari
- 4500
- Intensitas rumah sakit
- 0.0016
- Median peer
- 0.0013
- Rasio terhadap peer
- 1.19×
Knowledge base lokal prototype (RAG sederhana berbasis kata kunci).
- Tarif Acuan Internal (sintetis)
- Tarif acuan sintetis: Fisioterapi Rp150.000/sesi; Hemodialisis Rp450.000/sesi; Alat Bantu Dengar Rp2.500.000/unit; Obat Kronis Rp350.000/bulan.
Jejak aktivitas sistem dan petugas untuk klaim ini.
- Timeline
- Belum ada aktivitas tercatat.
Ringkasan disusun oleh service deterministik, bukan model generatif.
- Ringkasan
- Sistem menemukan 0 indikasi ketidaksesuaian pada klaim CLM-2026-00090 di RS Karya Utama. Skor prioritas 0/100 (LOW). Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.
Keputusan manusia yang tercatat (human-in-the-loop).
Arsitektur EvidenceAgentService dengan implementasi mock deterministik. Dirancang agar mudah diganti dengan API LLM tanpa mengubah pemanggil.
Klaim CLM-2026-00090 (Obat Penyakit Kronis) pada RS Karya Utama dengan nilai Rp 700.000.
Mengambil klaim yang mencurigakan • deterministik • 7 ms
Tidak ditemukan pelanggaran kapasitas untuk klaim ini.
Mengambil informasi kapasitas rumah sakit • deterministik • 3 ms
Tidak ditemukan mesin OFFLINE/STANDBY pada periode klaim.
Mengambil data sensor • deterministik • 8 ms
Tidak ada aturan yang terpicu.
Mengambil rule yang terpicu • deterministik • 6 ms
1 referensi aturan/knowledge base lokal dikaitkan dengan klaim ini.
Mengambil referensi aturan • deterministik • 8 ms
Intensitas layanan rumah sakit 0.0016 dibanding median peer 0.0013 (1.2×).
Membandingkan dengan rumah sakit sejenis • deterministik • 6 ms
Ringkasan bukti dibuat untuk 0 rule terpicu.
Membuat ringkasan bukti • deterministik • 9 ms
Tarif acuan sintetis: Fisioterapi Rp150.000/sesi; Hemodialisis Rp450.000/sesi; Alat Bantu Dengar Rp2.500.000/unit; Obat Kronis Rp350.000/bulan.
Human-in-the-loop — keputusan petugas.
Belum ada keputusan dicatat. Petugas dapat mencatat keputusan melalui halaman Detail Klaim atau Daftar Periksa.
Belum ada aktivitas audit untuk klaim ini.
- ID Pasien
- PT-******3793
- Layanan
- Obat Penyakit Kronis
- Tanggal
- 7 September 2026
- Nilai
- Rp 700.000
Rule yang terpicu
Paket bukti ini dihasilkan oleh prototype dengan data sintetis. Sistem tidak menyatakan adanya fraud dan tidak menolak klaim secara otomatis. Keputusan akhir tetap berada pada petugas verifikasi manusia. Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.