KlaimSense

KlaimSense

BPJS Kesehatan Verification Intelligence • Evidence Center

MODE DEMO — DATA SINTETIS • Sistem memberikan indikasi, bukan keputusan fraud

Evidence Package

KlaimSense — BPJS Kesehatan Verification Intelligence

Evidence ID

EVD-CLM-2026-00505

Claim ID

CLM-2026-00505

Kasus Verifikasi

CASE-2026-00125

Dibuat

19 Okt 2026 • 20.55.40

MEDIUMBARUMODE DEMO — DATA SINTETIS
30/ 100
SKOR PRIORITAS

Rumah Sakit

RSIA Permata Jaya

Jawa Barat • Kelas D

Ringkasan Eksekutif

Sistem menemukan 1 indikasi ketidaksesuaian pada klaim CLM-2026-00505 di RSIA Permata Jaya. Simulasi sensor menunjukkan beberapa mesin berada dalam kondisi offline atau standby ketika terdapat klaim. Skor prioritas 30/100 (MEDIUM). Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.

Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.

1. Ringkasan Klaim

Data klaim sintetis yang sedang ditinjau.

ID Klaim
CLM-2026-00505
ID Pasien
PT-******8614
Rumah sakit
RSIA Permata Jaya (RS-H-029)
Layanan
Hemodialisis / Cuci Darah
Tanggal layanan
1 Oktober 2026
Kuantitas
3
Nilai klaim
Rp 1.350.000
Baris agregat harian
Tidak
2. Rule yang Terpicu

Daftar aturan deterministik yang terpicu beserta bobot skornya.

IO-001
Ketidaksesuaian Klaim dengan Data Sensor — Potensi ketidaksesuaian antara klaim dan data sensor: 1 mesin berada pada status OFFLINE/STANDBY pada periode ketika terdapat klaim. (+30)
3. Data Kapasitas

Kapasitas harian Hemodialisis / Cuci Darah berdasarkan sumber daya terkonfigurasi.

Tempat tidur
85 TT
Dokter
22 orang
Fisioterapis
4 orang
Mesin cuci darah
2 unit
Shift cuci darah / hari
3 shift
Kapasitas fisioterapi
32 sesi/hari
Kapasitas hemodialisis
6 sesi/hari
Status kapasitas untuk klaim ini
Dalam kapasitas
4. Data Sensor

Simulasi telemetri mesin. Nilai simulasi prototype, bukan validasi pada data rumah sakit nyata.

Periode
2026-10-01
Mesin dipantau
2 unit
HD-01
STANDBY • 407 W • 0.89 A • tanda tangan valid
HD-02
THERAPY • 1608 W • 6.68 A • tanda tangan valid
5. Perbandingan Peer

Perbandingan hanya dengan rumah sakit kelas dan layanan yang sejenis.

Peer group
Kelas D • HEMODIALISIS
Volume layanan
14
Kapasitas 30 hari
180
Intensitas rumah sakit
0.0778
Median peer
0.0685
Rasio terhadap peer
1.14×
6. Referensi Aturan

Knowledge base lokal prototype (RAG sederhana berbasis kata kunci).

Konfigurasi Kapasitas Prototype
Kapasitas fisioterapi = jumlah fisioterapis × 8 sesi/hari. Kapasitas hemodialisis = jumlah mesin × 3 shift/hari.
Tarif Acuan Internal (sintetis)
Tarif acuan sintetis: Fisioterapi Rp150.000/sesi; Hemodialisis Rp450.000/sesi; Alat Bantu Dengar Rp2.500.000/unit; Obat Kronis Rp350.000/bulan.
Simulasi IoT/Edge AI Prototype
Status mesin disimulasikan dari pola arus dan konsumsi daya. Nilai simulasi prototype, bukan validasi pada data rumah sakit nyata.
7. Timeline

Jejak aktivitas sistem dan petugas untuk klaim ini.

Timeline
Belum ada aktivitas tercatat.
8. Ringkasan Bukti (AI Deterministik)

Ringkasan disusun oleh service deterministik, bukan model generatif.

Ringkasan
Sistem menemukan 1 indikasi ketidaksesuaian pada klaim CLM-2026-00505 di RSIA Permata Jaya. Simulasi sensor menunjukkan beberapa mesin berada dalam kondisi offline atau standby ketika terdapat klaim. Skor prioritas 30/100 (MEDIUM). Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.
9. Riwayat Keputusan

Keputusan manusia yang tercatat (human-in-the-loop).

Multi-Agent Trace (Simulasi Arsitektur)

Arsitektur EvidenceAgentService dengan implementasi mock deterministik. Dirancang agar mudah diganti dengan API LLM tanpa mengubah pemanggil.

Claim Agent

Klaim CLM-2026-00505 (Hemodialisis / Cuci Darah) pada RSIA Permata Jaya dengan nilai Rp 1.350.000.

Mengambil klaim yang mencurigakan • deterministik • 7 ms

Capacity Agent

Tidak ditemukan pelanggaran kapasitas untuk klaim ini.

Mengambil informasi kapasitas rumah sakit • deterministik • 3 ms

Sensor Agent

Potensi ketidaksesuaian: HD-01 STANDBY pada periode klaim.

Mengambil data sensor • deterministik • 8 ms

Rule Agent

1 aturan terpicu dengan total skor 30/100 (MEDIUM).

Mengambil rule yang terpicu • deterministik • 6 ms

Policy Agent

3 referensi aturan/knowledge base lokal dikaitkan dengan klaim ini.

Mengambil referensi aturan • deterministik • 8 ms

Peer Agent

Intensitas layanan rumah sakit 0.0778 dibanding median peer 0.0685 (1.1×).

Membandingkan dengan rumah sakit sejenis • deterministik • 6 ms

Summary Agent

Ringkasan bukti dibuat untuk 1 rule terpicu.

Membuat ringkasan bukti • deterministik • 9 ms

Referensi Aturan (RAG Lokal)
Konfigurasi Kapasitas PrototypeTERSEDIA

Kapasitas fisioterapi = jumlah fisioterapis × 8 sesi/hari. Kapasitas hemodialisis = jumlah mesin × 3 shift/hari.

Tarif Acuan Internal (sintetis)TERSEDIA

Tarif acuan sintetis: Fisioterapi Rp150.000/sesi; Hemodialisis Rp450.000/sesi; Alat Bantu Dengar Rp2.500.000/unit; Obat Kronis Rp350.000/bulan.

Simulasi IoT/Edge AI PrototypeTERSEDIA

Status mesin disimulasikan dari pola arus dan konsumsi daya. Nilai simulasi prototype, bukan validasi pada data rumah sakit nyata.

Riwayat Keputusan

Human-in-the-loop — keputusan petugas.

Belum ada keputusan dicatat. Petugas dapat mencatat keputusan melalui halaman Detail Klaim atau Daftar Periksa.

Jejak Audit

Belum ada aktivitas audit untuk klaim ini.

Rincian Klaim
ID Pasien
PT-******8614
Layanan
Hemodialisis / Cuci Darah
Tanggal
1 Oktober 2026
Nilai
Rp 1.350.000

Rule yang terpicu

IO-001
HIGH+30

Potensi ketidaksesuaian antara klaim dan data sensor: 1 mesin berada pada status OFFLINE/STANDBY pada periode ketika terdapat klaim.

Paket bukti ini dihasilkan oleh prototype dengan data sintetis. Sistem tidak menyatakan adanya fraud dan tidak menolak klaim secara otomatis. Keputusan akhir tetap berada pada petugas verifikasi manusia. Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.