KlaimSense

KlaimSense

BPJS Kesehatan Verification Intelligence • Evidence Center

MODE DEMO — DATA SINTETIS • Sistem memberikan indikasi, bukan keputusan fraud

Evidence Package

KlaimSense — BPJS Kesehatan Verification Intelligence

Evidence ID

EVD-CLM-2026-00547

Claim ID

CLM-2026-00547

Kasus Verifikasi

CASE-2026-00138

Dibuat

19 Okt 2026 • 19.46.52

MEDIUMBARUMODE DEMO — DATA SINTETIS
50/ 100
SKOR PRIORITAS

Rumah Sakit

RSIA Permata Jaya

Jawa Barat • Kelas D

Ringkasan Eksekutif

Sistem menemukan 2 indikasi ketidaksesuaian pada klaim CLM-2026-00547 di RSIA Permata Jaya. Terdapat indikasi klaim berulang: Klaim identik dengan klaim CLM-2026-00546 yang berstatus sudah dibayar. Masa penggantian alat: Penggantian terjadi sebelum masa penggantian minimum (2.00 tahun < 5 tahun). Skor prioritas 50/100 (MEDIUM). Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.

Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.

1. Ringkasan Klaim

Data klaim sintetis yang sedang ditinjau.

ID Klaim
CLM-2026-00547
ID Pasien
PT-******5572
Rumah sakit
RSIA Permata Jaya (RS-H-029)
Layanan
Alat Bantu Dengar
Tanggal layanan
29 September 2026
Kuantitas
1
Nilai klaim
Rp 2.500.000
Baris agregat harian
Tidak
2. Rule yang Terpicu

Daftar aturan deterministik yang terpicu beserta bobot skornya.

DUP-002
Klaim Identik yang Sudah Dibayar — Klaim identik dengan klaim CLM-2026-00546 yang berstatus sudah dibayar. (+30)
REPLACE-001
Masa Penggantian Alat — Penggantian terjadi sebelum masa penggantian minimum (2.00 tahun < 5 tahun). (+20)
3. Data Kapasitas

Kapasitas harian Alat Bantu Dengar berdasarkan sumber daya terkonfigurasi.

Tempat tidur
85 TT
Dokter
22 orang
Fisioterapis
4 orang
Mesin cuci darah
2 unit
Shift cuci darah / hari
3 shift
Kapasitas fisioterapi
32 sesi/hari
Kapasitas hemodialisis
6 sesi/hari
Status kapasitas untuk klaim ini
Dalam kapasitas
4. Data Sensor

Simulasi telemetri mesin. Nilai simulasi prototype, bukan validasi pada data rumah sakit nyata.

Data sensor
Tidak tersedia untuk periode ini
5. Perbandingan Peer

Perbandingan hanya dengan rumah sakit kelas dan layanan yang sejenis.

Peer group
Kelas D • ALAT_BANTU_DENGAR
Volume layanan
8
Kapasitas 30 hari
180
Intensitas rumah sakit
0.0444
Median peer
0.0722
Rasio terhadap peer
0.62×
6. Referensi Aturan

Knowledge base lokal prototype (RAG sederhana berbasis kata kunci).

Tarif Acuan Internal (sintetis)
Tarif acuan sintetis: Fisioterapi Rp150.000/sesi; Hemodialisis Rp450.000/sesi; Alat Bantu Dengar Rp2.500.000/unit; Obat Kronis Rp350.000/bulan.
Aturan Anti-Duplikasi Prototype
Klaim dengan kombinasi pasien, layanan, dan tanggal yang sama tidak boleh diajukan lebih dari satu kali.
Permenkes No. 3 Tahun 2023
Referensi resmi belum tersedia dalam prototype.
7. Timeline

Jejak aktivitas sistem dan petugas untuk klaim ini.

Timeline
Belum ada aktivitas tercatat.
8. Ringkasan Bukti (AI Deterministik)

Ringkasan disusun oleh service deterministik, bukan model generatif.

Ringkasan
Sistem menemukan 2 indikasi ketidaksesuaian pada klaim CLM-2026-00547 di RSIA Permata Jaya. Terdapat indikasi klaim berulang: Klaim identik dengan klaim CLM-2026-00546 yang berstatus sudah dibayar. Masa penggantian alat: Penggantian terjadi sebelum masa penggantian minimum (2.00 tahun < 5 tahun). Skor prioritas 50/100 (MEDIUM). Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.
9. Riwayat Keputusan

Keputusan manusia yang tercatat (human-in-the-loop).

Multi-Agent Trace (Simulasi Arsitektur)

Arsitektur EvidenceAgentService dengan implementasi mock deterministik. Dirancang agar mudah diganti dengan API LLM tanpa mengubah pemanggil.

Claim Agent

Klaim CLM-2026-00547 (Alat Bantu Dengar) pada RSIA Permata Jaya dengan nilai Rp 2.500.000.

Mengambil klaim yang mencurigakan • deterministik • 7 ms

Capacity Agent

Tidak ditemukan pelanggaran kapasitas untuk klaim ini.

Mengambil informasi kapasitas rumah sakit • deterministik • 3 ms

Sensor Agent

Tidak ditemukan mesin OFFLINE/STANDBY pada periode klaim.

Mengambil data sensor • deterministik • 8 ms

Rule Agent

2 aturan terpicu dengan total skor 50/100 (MEDIUM).

Mengambil rule yang terpicu • deterministik • 6 ms

Policy Agent

3 referensi aturan/knowledge base lokal dikaitkan dengan klaim ini.

Mengambil referensi aturan • deterministik • 8 ms

Peer Agent

Intensitas layanan rumah sakit 0.0444 dibanding median peer 0.0722 (0.6×).

Membandingkan dengan rumah sakit sejenis • deterministik • 6 ms

Summary Agent

Ringkasan bukti dibuat untuk 2 rule terpicu.

Membuat ringkasan bukti • deterministik • 9 ms

Referensi Aturan (RAG Lokal)
Tarif Acuan Internal (sintetis)TERSEDIA

Tarif acuan sintetis: Fisioterapi Rp150.000/sesi; Hemodialisis Rp450.000/sesi; Alat Bantu Dengar Rp2.500.000/unit; Obat Kronis Rp350.000/bulan.

Aturan Anti-Duplikasi PrototypeTERSEDIA

Klaim dengan kombinasi pasien, layanan, dan tanggal yang sama tidak boleh diajukan lebih dari satu kali.

Permenkes No. 3 Tahun 2023BELUM TERSEDIA

Referensi resmi belum tersedia dalam prototype.

Riwayat Keputusan

Human-in-the-loop — keputusan petugas.

Belum ada keputusan dicatat. Petugas dapat mencatat keputusan melalui halaman Detail Klaim atau Daftar Periksa.

Jejak Audit

Belum ada aktivitas audit untuk klaim ini.

Rincian Klaim
ID Pasien
PT-******5572
Layanan
Alat Bantu Dengar
Tanggal
29 September 2026
Nilai
Rp 2.500.000

Rule yang terpicu

DUP-002
HIGH+30

Klaim identik dengan klaim CLM-2026-00546 yang berstatus sudah dibayar.

REPLACE-001
MEDIUM+20

Penggantian terjadi sebelum masa penggantian minimum (2.00 tahun < 5 tahun).

Paket bukti ini dihasilkan oleh prototype dengan data sintetis. Sistem tidak menyatakan adanya fraud dan tidak menolak klaim secara otomatis. Keputusan akhir tetap berada pada petugas verifikasi manusia. Temuan ini merupakan indikasi yang perlu diverifikasi dan bukan keputusan final mengenai fraud. Keputusan akhir berada pada petugas verifikasi manusia.